Minggu, 25 Mei 2014

pengertian zat besi bagi ibu hamil



apa itu kesehatan reproduksi???

Pengertian kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.
Pengertian kesehatan reproduksi ini mencakup tentang hal-hal sebagai berikut: 1) Hak seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan seksual yang aman dan memuaskan serta mempunyai kapasitas untuk bereproduksi; 2) Kebebasan untuk memutuskan bilamana atau seberapa banyak melakukannya; 3) Hak dari laki-laki dan perempuan untuk memperoleh informasi serta memperoleh aksebilitas yang aman, efektif, terjangkau baik secara ekonomi maupun kultural; 4) Hak untuk mendapatkan tingkat pelayanan kesehatan yang memadai sehingga perempuan mempunyai kesempatan untuk menjalani proses kehamilan secara aman.
1.      Kesehatan reproduksi remaja dan faktor yang mempengaruhinya
Secara garis besar dapat dikelompokkan empat golongan faktor yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi yaitu :
a.       Faktor sosial-ekonomi dan demografi (terutama kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah, dan ketidaktahuan tentang perkembangan seksual dan proses reproduksi, serta lokasi tempat tinggal yang terpencil).
b.      Faktor budaya dan lingkungan (misalnya, praktek tradisional yang berdampak buruk pada kesehatan reproduksi, kepercayaan banyak anak banyak rejeki, informasi tentang fungsi reproduksi yang membingungkan anak dan remaja karena saling berlawanan satu dengan yang lain, dan sebagainya).
c.       Faktor psikologis (dampak pada keretakan orang tua pada remaja, depresi karena ketidakseimbangan hormonal, rasa tidak berharga wanita pada pria yang membeli kebebasannya secara materi, dan sebagainya).
d.      Faktor biologis (cacat sejak lahir, cacat pada saluran reproduksi pasca penyakit menular seksual, dan sebagainya).
B.     Zat Besi
1.      Defenisi
Zat besi adalah salah satu mineral penting yang diperlukan selama kehamilan, bukan hanya untuk bayi tapi juga untuk ibu hamil. Bayi akan menyerap dan mengunakan zat besi dengan cepat, sehingga jika ibu kekurangan masukan zat besi selama hamil, bayi akan mengambil kebutuhanya dari tubuh ibu sehingga menyebabkan ibu mengalami anemia dan merasa lelah (Sunririnah 2008).
Sumber Zat besi adalah Daging, sayuran hijau, dan biji-bijian
Fungsi Zat besi adalah pembentukan hemoglobin, komponen enzim sitokrom (enzim dalam respirasi). Akibat Kekurangan Zat besi yaitu  anemia. Tambahan Mengenai Zat besi
yaitu ditranspor sebagai transferin dan disimpan sebagai feritin.
C.     Peranan Zat Besi (Fe) dalam Kesehatan Reproduksi
Biasanya tidak semua orang memiliki kebutuhan yang sama untuk zat besi dalam tubuh, ada perbedaan ditandai sesuai dengan usia dan tahap kehidupan yang kita berjalan.
Orang dewasa membutuhkan 10 hingga 15 miligram zat besi setiap hari, karena tubuh kita tidak dapat mensintesis, kami harus mendapatkannya dari makanan yang kita makan.
Sebagai wanita usia subur biasanya lebih rentan untuk menderita anemia, karena mereka telah kehilangan darah rutin bulanan (menstruasi), dan sering besi berlimpah memerlukan dua kali lebih banyak dalam kasus ini membutuhkan waktu sekitar 30 miligram, serta selama kehamilan, bayi mengambil hampir sebagian besar besi ibu dikonsumsi dalam makanan.
Di antara gejala yang paling umum dari kekurangan mineral ini, menemukan kelelahan, kulit pucat, kuning atau selaput lendir putih, depresi, kuku dan rambut dan sangat lemah dalam semua kasus itu selalu perlu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Pokoknya kita meninggalkan sumber terbaik di mana Anda dapat menemukan besi yang diperlukan untuk tubuh melalui makanan.
Memiliki 60 miligram biji labu besi 11,2 mg, ragi bir 17,3 mg. kedelai sebagai peterseli mengandung 8,5 mg besi, 8 mg hati sapi, dan sorot bibit gandum, almond, hazelnut, kacang, buncis, bayam, telur, ubi jalar, kenari dan chard sebagai sumber mineral ini benar.
  1. Mengapa wanita memerlukan zat besi?
Zat besi memainkan peran yang penting untuk nutrisi setiap orang. Jika remaja mengonsumsi zat besi dengan baik maka hal ini akan berdampak positif untuk kesehatan otaknya kelak.
Sumber makanan yang mengandung zat besi adalah daging merah, sereal, buah kering, roti dan sayuran berdaun hijau. Sementara yang non-daging membutuhkan asupan nutrisi lain untuk meningkatkan penyerapannya seperti makanan kaya vitamin C (jeruk, blackcurrant dan sayuran berdaun hijau), sedangkan zat tanin dalam teh bisa mengurangi penyerapan zat besi.
Banyak mitos yang berkembang di masyarakat bahwa vitamin tertentu dapat menambah kesuburan. Misalnya, pasangan suami-istri dianjurkan banyak makan kecambah karena mengandung vitamin E yang baik untuk kesuburan.
Pendapat itu hanya separuh benar. Meskipun vitamin E diperlukan untuk kesuburan, vitamin tersebut bukanlah satu-satunya yang Anda butuhkan. Anda memerlukan kombinasi sejumlah vitamin lain dan mineral untuk menjaga fertilitas. Mengkonsumsi berlebihan unsur gizi tertentu tapi kurang mengkonsumsi unsur lainnya justru merugikan fertilitas (dan kesehatan) Anda. Dalam kondisi apa pun, pola makan dengan gizi seimbang harus tetap dipertahankan. Fe adalah nutrisi yang bila dikonsumsi secara seimbang akan menambah kesuburan Anda.
Zat besi memiliki peranan yang penting dalam produksi hemoglobin. Wanita memerlukan banyak zat besi yang hilang selam terjadinya menstruasi (haid), selama kehamilan, dan menyusui. Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin, zat yang ada dalam sel darah merah yang berperan membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh, termasuk ke otak. Zat besi juga penting dan berperang dalam system imun dan metabolisme vitamin B. Aktivitas otak, bernafas, dan respirasi sel dan setiap proses dalam tubuh kita amat bergantung pada keberadaan zat besi dalam darah.
Faktanya, sekitar 12% wanita usia 12-49 tahun mengalami defisiensi (kekurangan) zat besi. Dan sekitar 50% wanita hamil ternyata mengalami defisiensi (kekurangan) zat besi, yang bisa berdampak cukup fatal bagi kehamilannya. Defisiensi (kekurangan) zat besi dapat mengakibatkan timbulnya kelelahan, masalah konsentrasi, hilangnya memori, kuku mudah retak. Apakah hanya itu pentingnya zat besi bagi wanita? Ternyata tak hanya itu, masalah kerontokan rambut rupanya tekait erat dengan masalah kekurangan zat besi. Melihat fakta ini, tentunya sangat penting bagi wanita untuk memerhatikan kecukupan nutrisi penting ini bagi tubuhnya.
Untuk wanita usia 50 tahun ke bawah direkomendasikan untuk mengkonsumsi zat besi sebanyak 18 mg per hari. Sementara untuk wanita yang telah menopause hanya butuh sekitar 8 mg per hari. Beberapa sumber makanan yang kaya akan zat besi misalnya, daging, salmon, sayuran hijau seperti brokoli, bayam, dan lain-lain.
Lalu, bila zat besi diperlukan tubuh, perlukan saya mengkonsumsi suplemen zat besi? Sebaiknya anda perlu berhati-hati sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen zat besi. Karena terlalu banyak zat besi pun bisa berdampak tidak baik bagi tubuh. Untuk itu, sebaiknya anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen zat besi.
Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi oleh tubuh, sebaiknya disertai dengan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, misalnya jeruk. Hindari minum the (kurang lebih 1 jam setelah mengkonsumsi zat besi) karena di dalam the terkandung tannin yang bisa mempengaruhi penyerapan zat besi oleh tubuh. The bisa mengurangi penyerapan zat besi ke dalam tubuh sebesar 60%. Hindari pula kopi karena juga dapat mengganggu penyerapan zat besi ke dalam tubuh (kopi mengurangi sekitar 35% penyerapan zat besi).
2.      Fungsi zat besi bagi reproduksi
Zat besi berfungsi untuk membentuk sel darah merah, sementara sel darah merah bertugas mengangkut oksigen dan zat-zat makanan keseluruh tubuh serta membantu proses metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi, jika asupan zat besi kedalam tubuh berkurang dengan sendirinya sel darah merah juga akan berkurang, tubuh pun akan kekurangan oksigen akibatnya timbullah gejala-gejala anemia. ( Samuel 2006 )
3.      Akibat kekurangan zat besi pada sistem reproduksi
Zat besi bagi ibu hamil penting untuk pembentukan dan mempertahankan sel darah merah. Kecukupan sel darah merah akan menjamin sirkulasi oksigen dan metabolisme zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh alat reproduksi. Selain itu asupun zat besi sejak awal terjadinya proses reproduksi cukup baik, maka sistem reproduksi akan menggunakannya untuk kebutuhan tumbuh kembangnya alat reproduksi. Sehingga kekurangan zat besi sejak sebelum terjadinya proses reproduksi bila tidak diatasi dapat mengakibatkan kita menderita anemia dan kanker servik.


4.      Gejala kekurangan zat besi
·        Lemah, lesu, tidak bergairah
·        Mudah pusing dan mata berkunang – kunang
·        Gelisah dan mudah pingsan
·        Sulit berkonsentrasi dan mudah lupa
·        Nafsu makan menurun
·        Badan tidak bugar dan mudah lemah (Ridwamiruddin 2007)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar