apa itu kesehatan reproduksi???
Pengertian kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna
baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari
penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem
reproduksi, fungsi serta prosesnya.
Pengertian kesehatan reproduksi ini mencakup tentang hal-hal sebagai berikut: 1) Hak
seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan seksual yang aman dan memuaskan
serta mempunyai kapasitas untuk bereproduksi; 2) Kebebasan untuk memutuskan
bilamana atau seberapa banyak melakukannya; 3) Hak dari laki-laki dan perempuan
untuk memperoleh informasi serta memperoleh aksebilitas yang aman, efektif,
terjangkau baik secara ekonomi maupun kultural; 4) Hak untuk mendapatkan
tingkat pelayanan kesehatan yang memadai sehingga perempuan
mempunyai kesempatan untuk menjalani proses kehamilan secara aman.
Secara
garis besar dapat dikelompokkan empat golongan faktor yang dapat berdampak
buruk bagi kesehatan reproduksi
yaitu :
a.
Faktor
sosial-ekonomi dan demografi (terutama kemiskinan, tingkat pendidikan yang
rendah, dan ketidaktahuan tentang perkembangan seksual dan proses reproduksi,
serta lokasi tempat tinggal yang terpencil).
b.
Faktor
budaya dan lingkungan (misalnya, praktek tradisional yang berdampak buruk pada kesehatan reproduksi, kepercayaan banyak anak banyak rejeki, informasi tentang
fungsi reproduksi yang membingungkan anak dan remaja karena saling berlawanan satu dengan yang
lain, dan sebagainya).
c.
Faktor
psikologis (dampak pada keretakan orang tua pada remaja, depresi karena ketidakseimbangan
hormonal, rasa tidak berharga wanita pada pria yang membeli kebebasannya secara
materi, dan sebagainya).
d.
Faktor
biologis (cacat sejak lahir, cacat pada saluran reproduksi pasca penyakit
menular seksual, dan sebagainya).
B. Zat Besi
1. Defenisi
Zat besi adalah salah
satu mineral penting yang diperlukan selama kehamilan, bukan hanya untuk bayi
tapi juga untuk ibu hamil. Bayi akan menyerap dan mengunakan zat besi dengan
cepat, sehingga jika ibu kekurangan masukan zat besi selama hamil, bayi akan
mengambil kebutuhanya dari tubuh ibu sehingga menyebabkan ibu mengalami anemia
dan merasa lelah (Sunririnah 2008).
Sumber Zat besi adalah
Daging, sayuran hijau, dan biji-bijian
Fungsi Zat besi adalah pembentukan hemoglobin, komponen enzim sitokrom (enzim dalam respirasi). Akibat Kekurangan Zat besi yaitu anemia. Tambahan Mengenai Zat besi yaitu ditranspor sebagai transferin dan disimpan sebagai feritin.
Fungsi Zat besi adalah pembentukan hemoglobin, komponen enzim sitokrom (enzim dalam respirasi). Akibat Kekurangan Zat besi yaitu anemia. Tambahan Mengenai Zat besi yaitu ditranspor sebagai transferin dan disimpan sebagai feritin.
C. Peranan Zat Besi (Fe) dalam Kesehatan Reproduksi
Biasanya tidak semua orang
memiliki kebutuhan yang sama untuk zat besi dalam tubuh, ada perbedaan ditandai
sesuai dengan usia dan tahap kehidupan yang kita berjalan.
Orang dewasa
membutuhkan 10 hingga 15 miligram zat besi setiap hari, karena tubuh kita tidak
dapat mensintesis, kami harus mendapatkannya dari makanan yang kita makan.
Sebagai wanita usia
subur biasanya lebih rentan untuk menderita anemia, karena mereka telah kehilangan
darah rutin bulanan (menstruasi), dan sering besi berlimpah memerlukan dua kali
lebih banyak dalam kasus ini membutuhkan waktu sekitar 30 miligram, serta
selama kehamilan, bayi mengambil hampir sebagian besar besi ibu dikonsumsi
dalam makanan.
Di antara gejala yang
paling umum dari kekurangan mineral ini, menemukan kelelahan, kulit pucat,
kuning atau selaput lendir putih, depresi, kuku dan rambut dan sangat lemah
dalam semua kasus itu selalu perlu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Pokoknya kita
meninggalkan sumber terbaik di mana Anda dapat menemukan besi yang diperlukan
untuk tubuh melalui makanan.
Memiliki 60 miligram
biji labu besi 11,2 mg, ragi bir 17,3 mg. kedelai sebagai peterseli mengandung
8,5 mg besi, 8 mg hati sapi, dan sorot bibit gandum, almond, hazelnut, kacang,
buncis, bayam, telur, ubi jalar, kenari dan chard sebagai sumber mineral ini
benar.
- Mengapa wanita memerlukan zat besi?
Zat besi memainkan peran yang penting
untuk nutrisi setiap orang. Jika remaja mengonsumsi zat besi dengan baik maka
hal ini akan berdampak positif untuk kesehatan otaknya kelak.
Sumber makanan yang mengandung zat besi
adalah daging merah, sereal, buah kering, roti dan sayuran berdaun hijau.
Sementara yang non-daging membutuhkan asupan nutrisi lain untuk meningkatkan
penyerapannya seperti makanan kaya vitamin C (jeruk, blackcurrant dan sayuran
berdaun hijau), sedangkan zat tanin dalam teh bisa mengurangi penyerapan zat
besi.
Banyak mitos yang berkembang di
masyarakat bahwa vitamin tertentu dapat menambah kesuburan. Misalnya,
pasangan suami-istri dianjurkan banyak makan kecambah karena mengandung
vitamin E yang baik untuk kesuburan.
Pendapat itu hanya separuh benar.
Meskipun vitamin E diperlukan untuk kesuburan, vitamin tersebut bukanlah
satu-satunya yang Anda butuhkan. Anda memerlukan kombinasi sejumlah
vitamin lain dan mineral untuk menjaga fertilitas. Mengkonsumsi berlebihan
unsur gizi tertentu tapi kurang mengkonsumsi unsur lainnya justru merugikan fertilitas (dan kesehatan)
Anda. Dalam kondisi apa pun, pola makan dengan gizi seimbang harus
tetap dipertahankan. Fe adalah nutrisi yang bila dikonsumsi secara
seimbang akan menambah kesuburan Anda.
Zat besi
memiliki peranan yang penting dalam produksi hemoglobin. Wanita memerlukan
banyak zat besi yang hilang selam terjadinya menstruasi (haid), selama
kehamilan, dan menyusui. Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin,
zat yang ada dalam sel darah merah yang berperan membawa oksigen dari paru-paru
ke jaringan tubuh, termasuk ke otak. Zat besi juga penting dan berperang dalam
system imun dan metabolisme vitamin B. Aktivitas otak, bernafas, dan respirasi
sel dan setiap proses dalam tubuh kita amat bergantung pada keberadaan zat besi
dalam darah.
Faktanya,
sekitar 12% wanita usia 12-49 tahun mengalami defisiensi (kekurangan) zat besi.
Dan sekitar 50% wanita hamil ternyata mengalami defisiensi (kekurangan) zat
besi, yang bisa berdampak cukup fatal bagi kehamilannya. Defisiensi
(kekurangan) zat besi dapat mengakibatkan timbulnya kelelahan, masalah
konsentrasi, hilangnya memori, kuku mudah retak. Apakah hanya itu pentingnya
zat besi bagi wanita? Ternyata tak hanya itu, masalah kerontokan rambut rupanya
tekait erat dengan masalah kekurangan zat besi. Melihat fakta ini, tentunya
sangat penting bagi wanita untuk memerhatikan kecukupan nutrisi penting ini
bagi tubuhnya.
Untuk wanita
usia 50 tahun ke bawah direkomendasikan untuk mengkonsumsi zat besi sebanyak 18
mg per hari. Sementara
untuk wanita yang telah menopause hanya butuh sekitar 8 mg per hari. Beberapa
sumber makanan yang kaya akan zat besi misalnya, daging, salmon, sayuran hijau
seperti brokoli, bayam, dan lain-lain.
Lalu, bila zat besi diperlukan tubuh, perlukan saya
mengkonsumsi suplemen zat besi? Sebaiknya anda perlu berhati-hati sebelum
memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen zat besi. Karena terlalu banyak zat besi
pun bisa berdampak tidak baik bagi tubuh. Untuk itu, sebaiknya anda perlu
berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi
suplemen zat besi.
Untuk memaksimalkan penyerapan zat
besi oleh tubuh, sebaiknya disertai dengan konsumsi makanan yang mengandung
vitamin C, misalnya jeruk. Hindari minum the (kurang lebih 1 jam setelah
mengkonsumsi zat besi) karena di dalam the terkandung tannin yang bisa
mempengaruhi penyerapan zat besi oleh tubuh. The bisa mengurangi penyerapan zat
besi ke dalam tubuh sebesar 60%. Hindari pula kopi karena juga dapat mengganggu
penyerapan zat besi ke dalam tubuh (kopi mengurangi sekitar 35% penyerapan zat
besi).
2. Fungsi zat besi bagi reproduksi
Zat besi berfungsi
untuk membentuk sel darah merah, sementara sel darah merah bertugas mengangkut oksigen
dan zat-zat makanan keseluruh tubuh serta membantu proses metabolisme tubuh
untuk menghasilkan energi, jika asupan zat besi kedalam tubuh berkurang dengan
sendirinya sel darah merah juga akan berkurang, tubuh pun akan kekurangan
oksigen akibatnya timbullah gejala-gejala anemia. ( Samuel 2006 )
3. Akibat kekurangan zat besi pada sistem reproduksi
Zat besi bagi ibu
hamil penting untuk pembentukan dan mempertahankan sel darah merah. Kecukupan
sel darah merah akan menjamin sirkulasi oksigen dan metabolisme zat-zat gizi
yang dibutuhkan oleh alat reproduksi. Selain itu asupun zat besi sejak awal
terjadinya proses reproduksi cukup baik, maka sistem reproduksi akan
menggunakannya untuk kebutuhan tumbuh kembangnya alat reproduksi. Sehingga
kekurangan zat besi sejak sebelum terjadinya proses reproduksi bila tidak
diatasi dapat mengakibatkan kita menderita anemia dan kanker servik.
4. Gejala kekurangan zat besi
·
Lemah, lesu, tidak bergairah
·
Mudah pusing dan mata berkunang – kunang
·
Gelisah dan mudah pingsan
·
Sulit berkonsentrasi dan mudah lupa
·
Nafsu makan menurun
·
Badan tidak bugar dan mudah lemah (Ridwamiruddin 2007)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar